Tips Merawat Vagina Agar Kembali Rapat

Vagina anda terasa longgar? apakah anda ingin vagina anda kembali rapat, coba baca tips berikut ini

Vagina adalah bagian vital dalam tubuh Bunda, yang berhubungan langsung dengan kesehatan Anda. Juga berperan penting dalam proses reproduksi. Maka itu Bunda harus benar-benar berhati-hati melakukan cara merawat vagina.

Cara merawat vagina: Ini yang akan ia katakan pada Bunda, jika vagina bisa bicara

1. “Tolonglah jangan sabuni aku!”

cara merawat vagina
Jika vagina bisa bicara, dia akan berteriak menghentikan Anda saat akan menyabuninya.
Sabun apapun, meski dengan label untuk kewanitaan, tidak sepenuhnya baik untuk vagina. Sabun bisa menganggu keseimbangan pH di dalam vagina Anda, dan bisa menyebabkan infeksi hingga rasa sakit. Penggunaan sabun hanya boleh di bagian luar, dan tidak boleh di bagian dalam.
Penelitian telah menyebutkan, bahwa vagina memiliki sistem pembersihan sendiri. Sehingga tanpa dicuci dengan sabun pun, kebersihannya akan tetap terjaga.
Cara merawat vagina, Anda hanya perlu mencucinya dengan air hangat atau berendam. Jangan membuat vagina Anda stres dengan menjadikannya rentan infeksi akibat penggunaan sabun.

2. “Bisa gak sih pake pelumas aja?”

cara merawat vagina
Jika vagina bisa bicara, dia akan meminta Anda menggunakan pelumas saat kondisinya terlalu kering untuk penetrasi.
Apabila vagina Anda terlalu kering sehingga membuat penetrasi seksual terasa menyakitkan, sebaiknya gunakan pelumas. Selain memudahkan penetrasi, pelumas juga bisa menghindari iritasi dan infeksi karena gesekan saat penetrasi.
Yang harus diingat adalah gunakan pelumas berbahan dasar air yang aman untuk bagian paling sensitif tubuh Anda. Jangan gunakan pelumas berbahan dasar minyak atau silikon, karena bisa menyebabkan kulit iritasi juga susah dibersihkan.

3. “Kenapa tega sekali kau mencukur buluku?”

cara merawat vagina
Jika vagina bisa bicara, dia akan berteriak kesakitan setiap kali Anda mencukur rambut yang tumbuh di sekelilingnya. Mencukur membuat Anda berisiko mengalami benjolan dan ingrown hair (rambut tumbuh ke dalam) yang sangat gatal dan menyakitkan.
Mencukur atau waxing rambut di vagina memang membuatnya kelihatan lebih halus, lebih bersih dan bebas jorok. Selain itu, juga mengurangi jumlah bakteri dan kutu rambut pubis. Namun, tahukan Anda efek negatif dari proses mencukur bulu pubis ini?
Semua bakteri yang awalnya bersarang di rambut pubis, akan berpindah ke dalam vagina. Rambut pubis berfungsi sebagai penyaring dari bakteri-bakteri tersebut agar tidak masuk ke dalam vagina. Penggunaan alat cukur juga berisiko membuat bakteri lebih banyak hingga rentan terkena infeksi vagina.
Sebaiknya jangan mencukur habis bulu pubis, namun hanya dirapikan saja.

4. “Jangan pernah melakukan douching padaku!”

cara merawat vagina
Alat douching.
Douching adalah mencuci vagina dengan cairan yang mengandung campuran bahan kimia. Biasanya douching berisi air, baking soda, cuka, pewangi dan antiseptik. Campuran ini dimasukkan ke dalam sebuah kantong semprot bernama douche. Penggunaannya dilakukan dengan cara disemprotkan ke vagina.
Meskipun banyak yang percaya bahwa cara ini bisa membuat vagina lebih bersih. Namun nyatanya salah besar.
Lauren Streicher, seorang pakar OB/GYN dan profesor klinis mengatakan, “Douching mendorong pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko penyakit radang pelvis dengan mentransfer bakteri klamidia atau gonorrhea ke rahim. Ditambah lagi, cuka di dalam douche bisa membuat dinding vagina kering yang membuat peradangan semakin parah.”

5. “Jangan menaruh apapun ke dalamku!”

cara merawat vagina
Jika vagina bisa bicara, dia akan melarang Anda untuk memasukkan benda apapun ke dalamnya.
Vagina adalah bagian paling sensitif dalam tubuh Anda, karena benda apapun yang masuk ke dalamnya bisa menimbulkan infeksi ataupun iritasi. Jangan pernah memasukkan benda asing ke dalam vagina dengan alasan apapun, apalagi jika benda tersebut tidak steril.
Bila Anda suka menggunakan sex toys, pastikan mencucinya sampai bersih sebelum dan sesudah penggunaan. Memasukkan benda asing ke dalam vagina bisa membahayakan kesehatan Anda, jadi sebaiknya tidak dilakukan.

6. “Please, jangan memberiku tindikan.”

cara merawat vagina
Beberapa wanita cukup berani membuat tindikan di bagian genitalnya. Mereka yang melakukannya percaya, tindik dan memberi anting di bagian vagina bisa menambahkan sensasi nikmat saat bercinta. Biasanya tindikan dilakukan di bagian labia, klitoris, atau di atas klitoris.
Namun, seringkali mereka lupa bahwa area genital adalah bagian paling sensitif dari tubuhnya. Vagina juga rentan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri karena suhunya yang hangat dan lembab.
Jika tindikan tidak dilakukan dengan benar dan steril, Anda bisa mengalami infeksi bakteri, reaksi alergi, atau malah bekas luka yang menyakitkan. Bahkan, bagi Anda yang menindik vagina, juga berisiko terkena IMS, hepatitis, hingga HIV/AIDS.

7. “Jangan pernah lupa untuk mengajakku berolahraga.”

cara merawat vagina
Jika vagina bisa bicara, dia ingin Anda mengajaknya berolahraga.
Seiring berjalannya waktu, otot panggul menjadi melemah akibat melahirkan, penuaan hingga bertambahnya berat badan. Healthline menyebut, otot di lantai panggul menopang rahim, kandung kemih, dan usus.
Jika otot di area ini melemah, organ yang ditopangnya bisa turun ke vagina. Hal ini bisa menyebabkan Bunda merasa tidak nyaman dan masalah dalam pengeluaran urin.
Oleh sebab itu, agar otot panggul tetap kuat menopang semua organ tadi, Bunda harus rajin mengajaknya berolahraga. Misalnya dengan melakukan senam kegel, untuk mengencangkan otot vagina dan area panggul.